Diponegoro Internasional Multidisciplinary School atau disingkat DIMS ,merupakan salah satu even dari rangakaian even akbar yaitu Internasional Diponegoro Annual Summit. saya Bobby Perdana Putra sebagai mahasiswa IPAcc (International Program of Acounting ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta angkatan 2015. Melalui artikel ini, saya akan menceritakan tentang pengalaman saya ketika saya mengikuti Diponegoro International Multidisciplinary School 2016 di Kota Semarang, Indonesia.

DIMS merupakan forum diskusi yang menjadi wadah bagi para mahasiswa yang ada di ASEAN dan dunia Internasional untuk saling bertukar fikiran dan mendiskusikan isu ataupun topic yang sedang hangat di lingkup ASEAN. Peserta yang telah diseleksi berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, Yordania, Libya, dan Amerika Serikat. DIMS 2016 kali ini mengangkat tema besar Water Food Energi for Economy Nexus”, tema ini nantinya akan dipecah menjadi dua kali forum diskusi dengan sub tema yang berbeda yaitu : Ekonomi dan Energi namun arah diskusi tiap tiap sub tema akan tetap mengarah pada tema besar DIMS 2016. Sebelum peserta berdiskusi akan diberikan materi terlebih dahulu oleh masing masing pakar di bidangnya, kemudian peserta berdiskusi sesuai dengan sub temanya masing masing. Tujuan daripada dilaksanakannya DIMS ini adalah meningkatkan kemampuan serta kesiapan mahasiswa untuk menghadapi pasar bebas yang sudah dimulai semenjak diresmikannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, kesiapan dan kematangan hardskill maupun softskill mahasiswa- mahasiswa yang akan menghadapi MEA berperan besar dalam menentukan bagaimana kondisi Indonesia kedepannya


Kelas berbagai disiplin ilmu adalah salah satu agenda DIMS 2016 yang berfokus  pada pemberian materi dan pencerdasan kepada para peserta seputar tema DIMS 2016 yaitu Food,Water,Energy fotr Economy Nexus. Materi di agenda ini akan disampaikan oleh Doktor dan Profesor yang masing masing sangat ahli di bidangnya. Di kelas ini kami terbagi menjadi beberapa kelompok dan tiap kelompok dinamakan sesuai dengan benua-benua dunia. Saya tergabung di kelompok Benua Afrika bersama delegasi-delegasi lain. Di kelompok ini kami diharapkan bisa menemukan masalah mendasar yang terjadi di benua Afrika yang berkaitan dengan Economy Nexus dan menawarkan solusinya dalam waktu yang singkat. Sangat menarik proses menemukan dan memecahkan masalah benua kami dikarenakan kami berasal dari berbagai disiplin ilmu dan hasilnya kami menawarkan solusi yang berbeda-beda sesuai bidang keilmuan kami. Ada yang menawarkan solusi yang dipandang dari sisi ekonomi, teknik, pertanian, dan sosial budaya. Setelah proses itu kami memaparkan solusi kami di depan audiens lain dan menerima tanggapan dari moderator dan kelompok lain. Saya belajar dari kelas ini bahwa sebuah ilmu tidak akan berdiri sendiri untuk memecahkan sebuah permasalahan. Disinilah tujuan kita berkumpul dan saling memberi aspirasi dari berbagai disiplin ilmu yang kita miliki. Harapannya setelah mengikuti Multidisiplinary class peserta sudah mengetahui secara rinci dan jelas mengenai masalah yang terkait dengan tema dan bisa menggambarkan bagaimana solusi untuk pemecahan masalah tersebut di masa depan.

Forum Diskusi Grup (FGD) adalah agenda yang  bertujuan untuk menampung ide dan tanggapan seputar tema FGD, tema FGD adalah “ASEAN Free Trade Agreement, Regulation, and Phenomon” nantinya tema ini akan menjadi topik yang akan dibawakan selama beberapa waktu dan dipimpin oleh moderator, setelah mendiskusikan tema ini maka akan ditarik satu kesimpulan yang bisa diimplementasikan langsung dalam skala pemuda baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Company visit adalah agenda yang bertujuan untuk memperlihatkan secara langsung kepada peserta DIMS 2016 bagaimana kondisi yang ada di lapangan terkait dengan tema DIMS 2016. Adapun  salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah sebuah desa di Boyolali yang sudah menggunakan biogas untuk menjalankan kegiatan sehari-hari penduduk desa. Diharapkan biogas secepatnya menjadi salah satu sumber energy untuk mengatasi perlahannya kekurangan sumber energy di dunia, khususnya di Indonesia.

Rehearsal dinner merupakan agenda penutup DIMS 2016 yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada para peserta membangun jaringan dan networking dengan peserta lain. Sebelum kegiatan ini berlangsung, kami diharuskan membawa snack yang berasal dari daerah kami. Karena saya berasal dari Yogyakarta, saya membawa bakpia. Selagi acara hiburan, kami menukarkan snack kami dan saling mengakrabkan diri. Melalui Rehearsal dinner ini diharapkan kami tetap menjalin komunikasi pasca DIMS 2016.

Tur Kota merupakan agenda refreshing yang tujuannya mengenalkan potensi wisata yang ada di kota semarang kepada para peserta, dalam hal ini tur kota nantinya akan mengadakan kunjungan ke tempat tempat iconic kota semarang seperti Lawang Sewu,  Kota Lama, dan Masjid Agung Jawa Tengah. Sebagai acara puncak, panitia mengadakan Hi-Five Culture Fest pada malam hari.

Saya mendapat banyak manfaat banyak dari acara ini, mulai dari pengetahuan baru, koneksi baru, teman baru, dan banyak lagi. Mudah-mudahan, sebagai pemuda, kita harus peduli tentang perubahan di sekitar kita. Penurunan sumber energi, ekonomi, perubahan kebijakan, dan lebih merupakan tanggung jawab kita. jika kamu sangat penasaran dengan kegiatan saya, dapat dilihat di Aftermovie International Diponegoro Annual Summit 2016

(Bobby Perdana Putra – IPAcc 2015)

Facebook Comments